20 Sept 2010

Renungan Masa Silam

Anda akan merasa bahagia ketika anda dekat dengan seseorang yang anda cintai, dan keterpisahan dengannya pun akan terasa seperti membakar diri dan perasaan anda dan menginginkan pertemuan kembali dengannya. putaran sunnatullah antara ada dan tiada tidak akan mungkin ada jika tidak diciptakannya bumi ini. dan karena itulah lebih tepatnya kenapa bumi tiba-tiba meloncat seperti maju kedepan dalam permulaan taqdir kehidupan, jika anda amati disekitar diri anda secara seksama, maka setiap orang mempunyai ambisi yang sangat kuat akan sesuatu.

jika anda melihat diri anda sendiri, anda akan menemukan bahwa diri anda mempunya keinginan yang kuat untuk bertemu dengan sang Pencipta ( Alloh subhanahu wata’la).

Dan sebagai konsekwensi dari hal itulah maka bumi ini ada, dimanapun bisa anda saksikan betapa bahagianya segala sesuatu ketika menerima hadiah berupa keberadaan atau keberwujudannya di alam semesta ini. diciptakannya bulan dan bintang untuk saling padu dalam peredarannya dan masih banyak lagi bintang-bintang yang berkilauan diatas langit. Ditempatkannya matahari diatas langit biru dan pantulan sinarnya yang kemilau menerangi bumi diawal pagi, menghidupi segala sesuatu yang ada dibumi dan melahirkan kehidupan baru.

Bumi, bagaimanapun gambarannya, kala itu merupakan sebuah dataran yang terhampar luas. ketika itu gurun pasir masih kosong dan sepi dari lalu lalang kendaraan. dan tidak ada satupun danau yang memancar dari pegunungan, begitu juga tak ada kabut dalam hutan belantara. dan tidak ada terdengar kicauan burung di ketinggian ranting setiap pohon, serta tak satupun rusa terlihat loncat dan berlarian dipadang rumput.

ketika itu dataran dan lautan tak se-indah nan erotik seperti yang kita saksikan saat ini, ketika itu bumi dan seisinya hanya berbentuk gumpalan asap. Tumbuh-tumbuhan telah menyaksikan musim semi yang kemudian layu dan mati ditelan lapisan bumi.
langit biru diatas kepala menertawakan bumi layaknya orang yang ditimpa kesedihan dan putus harapan. tapi hal itu membuat suramnya bumi berubah menjadi kesenangan;
“tidak pernah kusaksikan seseorang sepertimu sebelumnya” kata langit kepada bumi, dan selanjutnya menambahkan bahwa bumi telah diciptakan buta nan gelap sejak tanpa adanya sinar bintang, dan sinar itupun pinjaman dari matahari. bulan dan bintang di atas langit.

Bumi merasa tersiksa, dan keluhan itu didengungkannya dengan nada kelemahan. tangisan itu tidak bisa dilupakan begitu saja, nun jauh dari surga , dari segala penjuru alam semesta merespon keluhan bumi; “ kamu sebetulnya tidak menyadari amanah dan kepercayaan yang telah AKU berikan kepadamu,” kata suara dari kejauhan. “ Janganlah putus asa, dan lihatlah secara seksama makluk hidup (manusia) akan tercipta dari bagian dirimu (tanah liat). nyawa itu akan diberikan kehidupan oleh sang maha Pencipta cahaya, bukan dari sinar matahari, bulan ataupun bintang. dia akan mempunyai kemampuan untuk menaklukkan alam semesta ini dari hasil akal, pemahaman serta kecerdasannya. Cinta-Nya lah yang akan membuat pertolongan manusiatahan dari terpaan waktu dan tempat ketika datang hari pertanggung jawaban (Qiamat) akan menentukan manakah jalan yang benar. kebijaksanaan-Nya akan melebihi seorang Jibril. hal itu niscaya akan sirna menjadi debu akan tetapi kenaikan itu tidak lebih dari hanya kepakan sayap seorang malaikat demi menjangkau langit yang belih tinggi atau dibalik alam raya ini. Benar, hal ini akan menjadikan orang yang imannya lemah jadi tambah ragu akan kebenaran ini, tapi tidak bagi orang yang imannya kuat.

ke-maha Perkasaannya akan menyinari sejauh kebijaksanan-Nya yang berupa Keabadian yang Ia miliki melalui penelusuran perintah serta larangan-Nya. setiap manusia yang tenggelam dalam renungan akan Cinta Alloh subhanahu wata’ala serta kebesaran-Nya dalah sebuah bukti ketundukan seluruh makhluk di jagat raya.

Dan Malaikat-pun mengungkapkan isi hatinya;

Kejayaan itu akan lahir dari sebuah tanah liat
yang jauh dari cahaya para malaikat
Dengan bintang taqdir-Nya
dia akan membuat bumi yang kusam ini laksana pancaran surga

Memiliki akal yang dikaruniai oleh-Nya
mungkin dalam setiap sambaran kilat akan dibawa
dia akan terbang dan menyusuri dalam satu hari saja-
putaran langit biru.

Lihat betapa pentingnya manusia
menyusun apa yang akan terjadi
Sebuah rencana telah disiapkan secara matang
akan Dia, kenapa kamu harus bertanya tentang Aku?

sedini mungkin menghiasi tatanan dalam irama keharmonisan,
tema ini telah usang, jadi buah bibir dikalangan manusia awam,
akan menggambarkan dampak kegembiraan hati
bahkan hati Tuhan-pun akan terketuk.


[Adam Bakhtiar on http://fospi.wordpress.com ]

13 Sept 2010

Islam...Dari tulisan ke Kenyataan ...Lagi!

“Kota Konstantinopel akan jatuh ke tangan Islam. Pemimpin yang menaklukkannya adalah sebaik-baik pemimpin dan pasukan yang berada di bawah komandonya adalah sebaik-baik pasukan.” (hadits)

Tiga puluh satu tahun setelah dilaluinya dalam PEGABDIAN, KERJA, KARYA, yang luar biasa.

Bila kemudian di hari itu ia hendak bicara, itu sudah semestinya.

Ia hendak bicara atas apa yang telah dilakukannya, sebagai sebuah wasiat untuk anaknya- dan para cucunya- yang akan meneruskan KEPEMIMPINANNYA.





“Aku Sudah Diambang Kematian……








Tapi Aku Berharap Aku Tidak Kawatir, Karena Aku Meninggalkan Seseorang Sepertimu.

Jadilah Seorang Pemimpin Yang Adil, Shalih Dan Penyayang.

Rentangkan Pengayomamu Untuk Rakyatmu, Tanpa Kecuali,

Bekerjalah Untuk Menyebarkan Islam.

Karena Sesungguhnya Itu Merupakan Kewajian Para Penguasa Di Muka Bumi.

Dahuluklan Urusan Agama Atas Apapun Urusan Lainnya.

Dan Janganlah Kamu Jemu Dan Bosan Untuk Terus Menjalaninya.

Janganlah Engkau Angkat Jadi Pegawaimu Mereka Yang Tidak Peduli Dengan Agama, Yang Tidak Menjauhi Dosa Besar, Dan Yang Tenggelam Dalam Dosa.

Jauhilah Olehmu Bid’ah Yang Merusak.

Jagalah Setap Jengkal Tanah Islam Dengan Jihad.

Lindungi Harta Di Baitul Maal Jangan Sampai Binasa.

Janganlah Sekali-Kali Tanganmu Mengambil Harta Rakyatmu Kecuali Dengan Cara Yang Benar Sesuai Ketentuan Islam.

Pastikan Mereka Yang Lemah Mendapatkan Jaminan Kekuatan Darimu.

Berikanlah Penghormatanmu Untuk Siapa Yang Memang Berhak.”

“Ketahuilah, Sesungguhnya Para Ulama Adalah Poros Kekuatan Di Tengah Tubuh Negara, Maka Muliakanlah Mereka.

Semangati Mereka.

Bila Ada Dari Mereka Yang Tinggal Di Negeri Lain, Hadirkanlah Dan Hormatilah Mereka.

Cukupilah Keperluan Mereka.”

“Berhati-Hatilah, Waspadalah, Jangan Sampai Engkau Tertipu Oleh Harta Maupun Tentara.

Jangan Sampai Engkau Jauhkan Ahli Syari’at Dari Pintumu.

Jangan Sampai Engkau Cenderung Kepada Pekerjaan Yang Bertentangan Dengan Ajaran Islam.

Karena Sesungguhnya Agama Itulah Tujuan Kta, Hidayah Itulah Jalan Kita.

Dan Oleh Sebab Itu Kita Dimenangkan.”

“Ambilah Dariku Pelajaran Ini.

Aku Hadir Ke Negeri Ini Bagaikan Seekor Semut Kecil.

Lalu Allah Memberi Nikmat Yang Besar Ini.

Maka Tetaplah Di Jalan Yang Telah Aku Lalui.

Bekerjalah Untuk Memuliakan Agama Islam Ini, Menghormati Umatnya.

Janganlah Engkau Hamburkan Uang Negara, Berfoya-Foya, Dan Menggunakannya Melampaui Batas Yang Semestinya.

Sungguh Itu Semua Adalah Sebab-Sebab Terbesar Datangnya Kehancuran.”


Dan Muhammad Al Fatih ( Salahudin) yang bukan berasal dari Bangsa Arab itu pun Wafat pada 4 Mei 1481 pada umur 52 tahun.

Semoga dalam waktu dekat bangsa yang bukan Arab saat ini….mampu mengembalikan Islam dari tulisan ke dalam kenyataan. LAGI!!!

9 Sept 2010

Met Idul Fitri 1431 H


Bertepatan 30 Ramadhan hari ini dan menjelangnya 1
Syawal bila tenggelamnya matahari Ramadhan petang ini, saya mengucapkan :

'Taqabbalallahu minna wa minkum'.

Semoga segala amalan kita sepanjang Ramadhan diterima Allah S.W.T dan semangat Ramadhan akan terus subur dalam jiwa kita hingga bertemu Ramadhan kembali di tahun depan.

Wassalam.

Selamat tinggal Ramadhanku...

Tidak terasa beberapa jam lagi bulan Ramadhan akan meninggalkan kita, waktu sungguh cepat berlari, laksana sekejap mata, bulan suci ini akan meninggalkan kita …

Asstagfirullah luluskah saya pada bulan Ramadhan ini? Apakah tahun depan saya akan berjumpa dengannya lagi? hanya Allah SWT yang tahu.... Namun harapan saya sebagai hamba-Nya, berharap yang terbaik dan saya percaya Allah Ta’alla pasti akan memberi yang terbaik untuk hamba-hambaNya.

Ya Allah, ridhoillah puasa dan semua ibadah seluruh hamba-hamba-Mu dimuka bumi ini selama bulan Ramadhan ini…

Ya Allah, rahmatilah dan ampunilah segala salah dan silap kami selama bulan suci-Mu….

Ya Allah, jadikanlah kami semua manusia yang baik, berahlak dan manusia-manusia yang Engkau ridhoi di 11 bulan kedepan…

Ya Allah, izinkanlah kami untuk berjumpa lagi dengan bulan suci-Mu ini ditahun depan…

Ya Allah, wafatkanlah kami semua kelak dalam keadaan yang Engkau ridhoi dan rahmati….

Amiiin Allahuma Amiiin.

8 Sept 2010

Jangan Jadi Penghambat Dakwah Seperti Monyet!

Ada golongan yang selalu berusaha menghambat dakwah. Melekatkan stigma hitam kepada penyeru Islam. Bagaimana kita bertahan dalam tarung dahsyat ini?

Lagi keliling-keliling di situs2 islami ...kayanya tema di Hidayatullah.com cocok banget tuk di pampang hari ini, buat para aktifizzzz wajib baca lho...

Jangan Jadi Penghambat Dakwah
Seperti Monyet!


Jika mau digambarkan, Indonesia saat ini mirip dengan apa yang dijelaskan Allah Subhana wata’ala ada dalam surah Al 'Araf. Dalam surah Al A'raf intinya adalah perintah kepada manusia untuk menentukan sifat. Menetapkan pilihan. Setiap surah dalam Al-Qur'an ada tujuannya. Tujuan dari surah ini adalah perintah agar manusia menentukan pilihan hidupnya.
Surah Al ‘Araf turun saat Nabi Muhammad Shallahu ‘alaihi wasallam telah memulai dakwahnya secara terbuka (jahr). Ketika dakwah berlangsung dilakukan secara terbuka, maka timbullah konfrontasi seperti yang kita kenal seperti sekarang. Yakni konfrontasi antara al-Haq dan al-Bathil.
Konfrontasi ini, tentu saja, risikonya sangatlah berat. Namun demikian, konfrontasi semacam ini akan terus berlangsung. Itulah mengapa dalam surah Al ‘Araf banyak menceritakan tentang kisah para nabi. Sebab pada intinya, perjuangan para nabi adalah suatu perjuangan membela kebenaran dan melenyapkan kebathilan.
Kita tahu, perjuangan para Nabi pembawa risalah kebenaran memakan waktu panjang dan sangat berat. Tapi pada akhirnya selalu Al Haq jualah yang menang. Kita ingat ketika kaum terdahulu dihancurkan. Misalnya, hukuman Allah untuk kaumnya Nabi Luth, Nabi Nuh, Fir'aun, dan sebagainya. Atau di kisah yang lain, dalam waktu 23 tahun semenanjung Arab bisa berada di bawah panji Islam. Semua memerlukan waktu yang panjang untuk memenangkan kebenaran.
Kemudian di dalam al-Qur'an juga menceritakan tentang orang-ortang yang menentukan sikap dan orang-orang yang tidak menentukan sikap. Menentukan sikap adalah menentukan pilihan. Sedangkan pilihan dalam hidup hanya ada dua, yaitu kebenaran al Islam dan kebathilan.
Allah telah mengetengahkan banyak contoh tentang orang yang menentukan sikap, misalnya, para tukang sihirnya Fir'aun. Ketika Fir'aun menentang Nabi Musa Alaihi salam dengan membawa tukang sihir. Para Tukang Sihir berkata, kalau kami menang, apa ganjaran yang kami dapatkan. Maka dijawab Fir'aun, saya akan memberi upah yang besar dan akan dekat dengan kami, waminal muqorrbin.
Apa yang terjadi?. Begitu tukang sihir menyaksikan mukjizat yang ada pada Nabi Musa, mereka langsung menyatakan sikap; amannaa bi rabbii musa, saya beriman kepada tuhannya Musa.
Kemudian ketika diancam oleh Fir'aun akan dipotong tangannya, kakinya, dan disalib, tukang-tukang sihir dengan mantap menentukan sikap mereka dengan gagah. “Faqdii maa anta qoodii . Lakukan apa yang kamu mau lakukan,” kata tukang-tukang sihir itu tanpa ragu.
Jelas, bahwa ketika kita sudah mengambil sikap yang tegas dalam pertarungan antara al-Haq dan bathil ini, maka kita diuji oleh Allah. Jika kita bisa bertahan dalam sikap kita, maka syurga yang akan kita dapatkan.
Akibat Tidak Menetapkan Pilihan
Surah Al ‘Araf artinya adalah gunung yang tertinggi di batas surga dan neraka. Dikisahkan dalam al-Qur’an, diantara penghuni gunung yang tinggi itu ada kelompok manusia yang mereka dulunya tidak menentukan sikap. Mereka hanya diam. Akibatnya mereka tidak ke syurga, ke neraka juga tidak. Tapi mereka tetap mendapatkan azab Allah SWT.
Di negara kita, Alhamdulillah sudah semakin semarak orang yang berusaha untuk membangkitkan agama Islam, berusaha melaksanakan perintah Islam. Namun pada waktu yang sama, banyak juga orang-orang yang benci kepada Islam, berusaha memerangi Islam, mereka terus berusaha juga menghancurkan Islam dengan dahsyat.
Jadi sebagai seorang muslim sudah selayaknya kita harus menentukan sikap. Apakah kita memilih Al Haq (kebenaran, Al Mustakim) atau Al bathil (kesesatan, Ad-Dhalliin).
Sebab kalau jadi penonton dan tidak menentukan sikap, maka itulah oleh Allah dimaksud dalam surah Al ‘Araf. Yakni kelompok orang yang diam saja. Diam tapi mendapatkan murka Allah.
Di akhir surah ini dikisahkan tentang Ashabul Sabt. Ketika Allah menuangkan perintah melarang mereka untuk memancing pada Hari Sabtu, maka ummat ini terbagi dalam 3 golongan.
Golongan pertama adalah golongan yang melanggar. Golongan kedua, golongan yang diam saja. Golongan ketiga, mereka yang berusaha mencegah dan berusaha menasehati mereka yang melanggar perintah Allah tersebut dengan dakwah.
Ketika golongan yang ketiga berusaha untuk menyampaikan dakwahnya, tapi dicegah oleh golongan yang kedua. “Buat apa kamu memperingatkan mereka. Kalau orang sudah melanggar, nanti pasti akan disiksa oleh Allah SWT, begitulah kata golongan kedua berusaha menghalangi dakwah mulia tersebut.
Golongan ketiga tetap dalam keyakinan dakwahnya. Kata golongan ketiga, ‘agar kami nanti ada jawaban di hadapan Allah kelak bahwa kami sudah memberikan peringatan. Kalau dibiarkan terus, bagaimana bisa golongan pertama ini akan tahu jika apa yang mereka lakukan adalah salah.
Karena yang membangkang terus membangkang, semakin membandel, akhirnya azab itu turun. Kalau bala Allah sudah turun, maka akan terkena semua. Barangkali mungkin sepertilah yang pernah terjadi di Aceh, karena waktu itu maksiat sedang marak di sana.
Allah mengakhiri kisah ini (Ashabul Sabt) dengan perintah memisahkan keberadaan kaum pembangkang dengan orang yang baik-baik, maka dibangunlah tembok pemisah. Ada daerah untuk kaum yang selalu komitmen dengan dakwah dan memberi peringatan, ada daerah yang dekat pantai yakni daerah untuk yang suka membangkang, dan daerah untuk mereka yang diam bahkan mencegah jalanya dakwah.
Berhari-hari dalam masa pemisahan itu, suara manusia diantara tembok masih terdengar bingar. Suara mereka terdengar yang ada di pasar-pasar, di keramaian, dan lain-lain. Setelah berhari-hari hingga bulan, tiba-tiba sepi tidak ada suara.
Hingga kemudian salah satu orang dari golongan ketiga yang selalu berusaha memberi peringatan naik ke atas bukit dan melihat ke bawah. Memastikan apa sesungguhnya yang sedang terjadi.
Apa yang dia saksikan? Dia hanya melihat sekumpulan monyet!. Siapa yang jadi monyet itu? Mereka itulah yang suka membangkang dan mereka yang hanya diam tidak memberi peringatan.
Tak Diam Menyaksikan Kemunkaran
Bukan saja orang yang mancing yang membangkang yang menjadi monyet, tapi juga orang yang diam. Inilah bukti kebenaran al Qur’an tentang kaum shabt. Mereka yang hanya diam, tidak mau memberi peringatan, atau bahkan melarang untuk melakukan amar ma’rif nahyi munkar. Akhirnya mereka juga mendapat hukuman dari Allah.
Inilah yang sering digembar-gemborkan kelompok kebebasan menafsirkan agama. Kalau ada yang melakukan amar ma'ruf nahi munkar, dianggap berusaha menggangu ketertiban dan kenyamanan orang lain. Mereka dianggap tidak toleran dan sebagainya. Akibatnya, orang pun akan menganggap yang munkar sebagai sesuatu yang ma'ruf. Yang ma'ruf dianggap munkar.
Maka, kaum muslimin semua, kita semua punya kewajiban untuk menegakkan amal ma’ruf nahii munkar. Jangan berhenti menasehati dan memberi peringatan. Kita dukung saudara kita yang berusaha menegakkan kebenaran dan mencegah kemaksiatan pada Alllah SWT.
Jangan sampai kita termasuk orang-orang yang diam apalagi menghambat dakwah Islam, jika kita tidak mau menjadi monyet. Wallahu ‘Alam Bishawab. [ain/hidayatullah.com/]

Indonesia, urutan kelima pengguna internet di dunia.

Kemajuan di bidang penggunaan internet di tanah air semakin tumbuh, masyarakat semakin meminati dunia internet.
Nih kabar dari Hidayatullah.com wilujeng ngaraosan...

Indonesia kini berada pada urutan kelima pengguna internet di seluruh dunia. China yang berada di peringkat pertama (338 juta pengguna internet), Jepang (94 juta), India (81 juta), Korea Selatan (37,5 juta).
"Saat ini, negara Indonesia berada pada urutan lima pengguna internet dari berbagai negara," kata Sekretaris Jenderal Depkominfo, Joko Agun Hariadi, saat menghadiri kegiatan sosialisasi Undang-Undang nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) yang dilaksanakan di Hotel D Maleo Mamuju, Senin.
Menurut dia, kemajuan di bidang penggunaan internet di tanah air semakin tumbuh. Ini berarti, masyarakat Indonesia semakin meminati dunia internet untuk mangakses segala informasi yang ada.
Ia mengemukakan, pengguna internet mobile atau internet menggunakan ponsel di Indonesia diperkirakan telah mencapai 40 juta atau sekitar 10,5 persen dari pelanggan layanan seluler.
"Masyarakat modern saat ini semakin meminati pfasilitas internet untuk mengakses segala bentuk informasi. Makanya, pemerintah pun langsung membuat produk Undang-Undang tentang ITE untuk memberikan jaminan hukum bagi pengguna internet ini," jelasnya.
Ia memprediksi pada lima tahun yang akan datang, pengguna internet ini akan semakin tinggi, apalagi penggunaan internet pun bisa diakses melalui ponsel.
Menurut laporan Internetworldstats (IWS), kata dia, pada tahun 2000 lalu pengguna internet di Indonesia diperkirakan sebesar 2 juta orang, sedangkan sampai akhir 2009, angkanya telah meningkat menjadi sekitar 30 juta pengguna.
Artinya, kata dia, dalam kurun waktu tersebut, pengguna internet di Indonesia tumbuh sebesar 1.150 persen. Bila dibandingkan dengan jumlah penduduk Indonesia yang sampai 30 September 2009 diperkirakan mencapai 240,2 juta, berarti penetrasi internet telah mencapai 12,5 persen dari populasi.
Dibandingkan dengan total pengguna internet di seluruh Asia, kata IWS , Indonesia menguasai 4,1 persen pengguna internet di asia, good news khan....

7 Sept 2010

rAMADHANKU AKAN PERGI ->::

Di sisa-sisa Ramadhan ini, kupanjatkan doa,

" Ya Allahu Ya Ghaffar... Ampuni Hamba Atas kelancangan menerima amanah-amanah da'wah yang ternyata tidak bisa tertunaikan ."

" Ya Rabb... Teri
ma amal hamba yang berusaha untuk melaksanakan amanah-amanah yang telah dibebankan..."

" Ya Rabb....Berikanlah senantiasa petunjukmu kepada hambamu yang dlaif ini..." " Berkahi dan selamatkanlah kami Ya Rabb Dengan datangnya Bulan Ramadhan ini..." AMIN....

27 Aug 2010


Foto bareng kang Dzikrullah, Relawan Mavi Marmara, jurnalis Hidayatullah. di depan Pesantren Hidayatullah Bandung

15 June 2010

"Sekali Dayung Dua Tiga Pulau Terlampaui"


Tahun 2008 yang lalu aku berstatus sebagai santri di PesantrenHidayatullah.
Sekarang, Aku sudah jadi Ustadz di situ.
Ngga nyangka...Ngga terduga.
Ini pasti skenario Allah!Pasti!

Hamba yakin amanah yg diberikan kepada hamba pasti mampu hamba tunaikan.
Ya Allah berikanlah kemudahan dan keikhlasan dalam menjalaninya. Amin.

4 Mar 2010

Kiat Memilih Buku Bermutu


Mungkin Anda kerap kecewa saat membeli sebuah buku. Padahal uang yang Anda keluarkan untuk mendapatkannya cukup besar. Akan tetapi, isi buku tidak seperti yang Anda harapkan. Bahasanya sulit dipahami, berbelit-belit, dan membosankan. Banyak ejaan yang salah, hasil cetakannya buram, atau bahkan ada halaman yang kosong.

Sebenarnya Anda dapat menghindari kejadian di atas jika Anda mengetahui cara memilih buku yang berkualitas dengan baik. Nah, agar Anda tidak lagi kecewa ketika membeli buku, berikut ini kami sajikan tips-tips untuk memperoleh buku yang baik.

1. Kenali dari penulisnya
Kata pepatah, tak kenal maka tak sayang. Ungkapan ini juga berlaku saat Anda memilih buku. Sebelum membeli buku, cari tahu dahulu siapa penulis buku tersebut. Jika Anda telah mengenal pengarang buku tersebut sebagai penulis buku yang berkualitas, Anda boleh merasa yakin buku tersebut berkualitas.

Anda sebaiknya mengetahui, sebuah buku yang baik biasanya ditulis oleh seorang penulis yang memiliki keahlian di bidangnya. Misalnya, Anda ingin mencari buku tentang ekonomi, sudah sepantasnya buku tersebut ditulis oleh penulis yang berlatar belakang bidang ekonomi. Mungkin penulis tersebut seorang guru atau dosen ekonomi, praktisi ekonomi, atau terkenal sebagai pakar ekonomi.

2. Kenali dari penerbitnya
Di Indonesia ada ratusan penerbit. Akan tetapi, tidak semua penerbit memiliki kemampuan untuk menerbitkan buku yang berkualitas. Biasanya penerbit yang sudah cukup lama, memiliki kemampuan tersebut.

Selain itu, penerbit yang berpengalaman umumnya memiliki penulis-penulis buku yang baik. Jadi, carilah buku yang diterbitkan oleh penerbit yang berpengalaman dan buku-bukunya terkenal berkualitas.

3. Kenali dari desain dan tipografinya

Jika Anda sudah yakin bahwa penulis dan penerbit buku tersebut berkualitas, coba lihat sekilas isi dalam buku. Amatilah desain, apakah memudahkan Anda membacanya ataukah tidak. Desain yang ditata dengan baik dan indah akan membantu pembaca untuk memahami isi buku dengan lebih baik.

Perhatikan juga teks atau huruf isi buku tersebut. Syarat buku yang berkualitas, baik teks isi maupun tipografi atau jenis huruf bukunya membantu pembaca untuk menyerap isi buku tersebut. Sebaiknya, hurufnya tidak terlalu besar ataupun tidak terlalu kecil. Sementara, tipografi atau bentuk hurufnya sederhana namun jelas.

4. Kenali dari ilustrasinya
Saat ini, buku-buku tidak hanya berisi huruf-huruf saja. Baik ilustrasi maupun foto telah menjadi bagian dari buku. Penambahan ilustrasi dalam buku maksudnya ialah untuk menambah keindahan buku dan membantu pembaca memahami isi buku.

Jadi, jika Anda membeli buku yang memiliki ilustrasi atau foto di dalamnya, cobalah perhatikan apakah ilustrasi tersebut mendukung isi buku ataukah tidak. Percuma saja ilustrasinya bagus, tetapi ilustrasi tersebut sama sekali tidak berhubungan dengan apa yang diterangkan dalam buku. Sebaliknya, meski ilustrasi tersebut sesuai isi buku, jika tidak menarik dan jelas, justru akan mengganggu keseluruhan buku.

5. Kenali dari sampul bukunya
Buku yang berkualitas dapat juga Anda lihat dari sampul atau cover-nya. Sampul seharusnya mampu mencerminkan isi buku. Jadi, jika sampul bukunya saja sudah tidak menarik, asal-asalan, mudah rusak, bagaimana kita bisa yakin jika buku tersebut berkualitas? Buku yang baik seharusnya memiliki cover yang memiliki desain menarik dan terbuat dari bahan yang kuat atau tidak gampang rusak.

6. Kenali dari sinopsisnya
Sinopsis adalah ringkasan isi buku beserta kelebihan-kelebihannya. Biasanya isi sinopsis ini ditampilkan pada sampul belakang buku. Sebelum Anda memutuskan membeli sebuah buku, alangkah baiknya apabila Anda membaca sinopsis buku tersebut. Cara tersebut akan berguna untuk memastikan bahwa buku tersebut itu sesuai dengan kebutuhan Anda.

7. Kenali dari daftar isinya

Di samping sinopsis, Anda dapat mengetahui isi sebuah buku dengan melihat daftar isinya. Daftar isi merupakan poin-poin atau bab-bab yang terdapat di dalam buku tersebut. Biasanya, daftar isi terdapat pada halaman awal dalam sebuah buku. Sebuah buku yang baik seharusnya memiliki daftar isi yang mampu mencerminkan kandungan isi buku tersebut.

(Prayogo) dari http://ganeca.blogspirit.com/archive/2005/05/index.html

Bagaimana Mengajar Matematika yang Benar

Pernahkah Anda sebagai pengajar merasa kesulitan mengajar matematika kepada anak didik? Mungkin Anda yakin sudah mengajarkan matematika kepada anak didik dengan benar, tetapi mengapa nilai mereka tidak mencapai target Anda? Anda tidak sendirian dalam hal ini, banyak orang tua juga merasakan hal yang sama.

“Matematika itu susah” merupakan pernyataan klasik. Bisa jadi sebagian besar anak didik Anda membenarkan kalimat tersebut. Apalagi mereka yang tidak menyukai matematika pasti beranggapan bahwa ilmu pasti ini rumit, njelimet, membingungkan, dan bikin pusing saja. Akhirnya mereka pun jadi malas belajar matematika.

Satu hal yang harus Anda pahami dan sadari, tidak semua siswa mempunyai tingkat intelektual tinggi. Kemampuan setiap siswa menangkap materi pelajaran yang disampaikan berbeda-beda. “Setiap anak memiliki daya nalar yang berbeda. Respon mereka terhadap materi yang disampaikan guru ada yang cepat dan ada pula yang lambat. Memaksa dan memarahi anak didik tidak akan membuahkan hasil seperti harapan Anda,” demikian penuturan Guru Besar Psikologi dan pengamat pendidikan Universitas Diponegoro dalam Suplemen Pendidikan Media Indonesia (3 Mei 2002). Khusus untuk mata pelajaran matematika, jangan menyuruh anak menghafal rumus. Hal ini juga ditegaskan Seto Mulyadi, ahli psikologi anak. Seperti dikutip dari majalah Bobo, 18 Juni 2001, menurutnya, matematika merupakan ilmu pasti yang menuntut pemahaman dan ketekunan berlatih. Menghafal rumus dan cara mengerjakan soal bukan langkah tepat membuat anak cakap dalam ilmu ini. Pendidik seharusnya memiliki metode mengajar yang menggugah minat siswanya.

Seorang guru matematika kelas 6 SDK 2 Penabur Jakarta, Hennyriawati ( Kompas, 3 Oktober 2004) memiliki cara mengajar yang dapat dicontoh. Dia selalu memberi contoh manfaat belajar matematika kepada anak didiknya yang malas belajar matematika. “Saya selalu menyadarkan mereka akan manfaat dan nilai penting belajar matematika. Tips belajar matematika juga saya berikan agar mereka melakukannya,” tutur Henny.

Tanamkan pada anak didik, dengan belajar matematika kita akan tahu dan bisa mengukur berapa jauh jalan balik menuju tempat semula sehingga tidak tersesat. Kita juga bisa mengatur uang saku yang harus dikeluarkan dan berapa rupiah sisanya yang bisa ditabung. Dalam matematika seringkali terdapat banyak soal cerita. Ketika mengerjakan soal cerita, kita dituntut mengaitkan beberapa hal sehingga dapat membuat logika kita berjalan.

Beberapa tips berikut ini dapat diterapkan oleh guru untuk mempelajari matematika.

• Sebagai pendidik berusahalah supaya cara mengajar Anda menarik bagi para siswa sehingga mereka menyukai Anda. Cobalah untuk sabar dan telaten menuntun mereka belajar. Selingi jam mengajar Anda dengan dongeng dan lelucon.

• Jangan memaksa anak menghafal rumus matematika. Ajaklah mereka memahami teori dan langkah-langkah pengerjaan soal dengan memberi contoh yang dekat dengan dunia anak-anak.

• Cobalah membuat sketsa untuk mempermudah siswa memahami soal cerita. Khusus untuk geometri (pelajaran ruang bangun), ajaklah siswa membuat alat peraga bersama.

• Cobalah Anda membuat bank soal dari soal-soal sulit yang ditemukan dari sumber mana pun. Anda dan semua siswa mencoba menyelesaikan semua soal itu bersama-sama. Bisa juga dibentuk kelompok belajar. Setiap kelompok harus ada 1 dan 2 anak yang pandai matematika supaya bisa membantu teman-temannya. Tentu saja Anda tetap memberi petunjuk penting.

Semoga keempat cara di atas bermanfaat bagi guru-guru.

(Laksmi)

sumber : http://ganeca.blogspirit.com

ketidakmauannya memahami sesuatu melampaui ruang dan waktunya!

Pikiran yang malas belajar akan selalu berdiri kokoh dibalik bangunan cakrawala dan cara pandangnya yang lama. Pikiran yang senang belajar akan selalu berpetualang menjelajahi cakrawala dan cara pandang yang baru! Pikiran yang malas belajar adalah pikiran yang membosankan karena ketidakmauannya memahami sesuatu melampaui ruang dan waktunya! Di sinilah setiap siswa harus bisa menelusuri Logika Aritmatika dan Logika Matematika, agar mereka terbiasa berpikir logis dan sistematis.

14 Oct 2009

Tiga orang yang selalu mendapatkan pertolongan Allah

“Tidakkah kau lihat langit biru dengan awan berarak disulam oleh burung-burung, amatlah indah. Atau engkau saksikan lereng bukit yang teramat indah. Atau taman bunga yang mekar beraneka warna dengan harum semerbak, teramat indah. Atau kau dengar suara jangkrik bersahutan, teramat indah. …Mengapa hati yang satu-satunya ini, kau biarkan merana tanpa gelora cinta kepadaNya?”

,”Berlelah-lelahlah dalam kebajikan, karena dalam kelelahan itu ada kenikmatan yang sungguh nikmat.”

Dalam hidup ini hanya ada dua pilihan. Pertama, menjadi bagian dalam menciptakan fikroh(Pemikiran). Kedua, dipaksa mengikuti fikroh.

Dalam hidup ini hanya ada dua pilihan. Pertama, menjadi bagian dalam menciptakan fikroh(Pemikiran). Kedua, dipaksa mengikuti fikroh.

Tiga orang yang selalu mendapatkan pertolongan Allah tiada henti-hentinya adalah mujahid yang membela agama Allah, PENULIS yang mencerahkan, dan pemuda yang menyegerakan menikah untuk menjaga kehormatan diri.} (HR Ahmad)

21 Sept 2009

met idul fitri, diriku...

kepada diriku terkasih,
" Semoga ramadhan membakar segala dosamu...mensucikan ruhiyahmu...meluruskan niat sucimu...mencerdaskan akal sehatmu... dan mendekatmu ke syurgaNya."


Sahabat-sahabatku, karib kerabat serta handai taulan....
Sedih donk ya ninggalin ramadhan lg, Mudah-mudahan tahun depan Allah kasih kita kesempatan buat kita bercinta dengan ramadhan lagi. Taqabballahu minna wa minkum. Semoga Kita mau dan mampu kembali kepada-Nya dengan Ridla lillahi ta'ala.

teruntuk,
hery haldun

14 Aug 2009

Cek Cek


cek lagi...Error ga ya...

8 Aug 2009

GEMA RAMADHAN mohon doanya aja biar semua bisa kelar yee...

GEMA RAMADHAN 1430 H Kepanjangan dari Gembira menyambut Ramadhan 1430 H, Insya Allah langsung faham kan maksudnya....
Insya Allah akan dilaksanakan tanggal 20 ags 2009, H-1 Ramadhan 1430 H.
Kita akan laksanakan dari pukul 07.00 sampai 22.00 wib bertempat di masjid Al Fath Pasadena.
Insya Allah kita akan adakan lomba kreatifitas anak muslim menyambut ramadhan, pentas kreasi santri mdta al fath dan tabligh akbar bersama ustadzah leni umar dari radio mara.
Selain ngurus gema ramadhan, ry jg lagi normalisasi mdta, persiapan munas ke solo, ngebina adikku yg di purwakarta and bdg, kuliah juga bro , dll lah... jd....mohon doanya aja biar semua bisa kelar yee...

24 May 2009

Kembali Ke Pemikiran Islam


Sesungguhnya umat Islam akan senantiasa berada dalam kemuliaan selama mereka berpegang teguh kepada pemahaman Islam seraya istiqomah mengimplementasikan Islam dalam segala aspek kehidupan. Kapasitas Islam untuk mengantarkan umat manusia mencapai kebangkitan telah dibuktikan oleh para pendahulu kita. Pada masa Rasulullâh saw dan para sahabat Islam telah mengangkat derajat bangsa Arab yang sebelumnya tidak pernah diperhitungkan dalam percaturan dunia menjadi bangsa yang berpengaruh. Mereka mampu menerangi dunia dengan cahaya kebenaran. Para khalifah sepeninggal Rasulullâh saw melanjutkan perjuangan beliau menyatukan berbagai suku bangsa dalam satu akidah dan hukum. Yaitu akidah dan hukum Islam yang diterapkan secara nyata dalam Negara Khilâfah islamiyah yang menguasai dua pertiga dunia dan berjaya selama belasan abad.
Apabila umat Islam benar-benar memahami Islam secara jernih, umat dapat melalui kehidupan dengan arah dan metode yang jelas. Karena Islam memiliki aturan-aturan yang lengkap, adil dan sesuai dengan fitrah manusia sebagai solusi segala problematika kehidupan. Dan Islam mewajibkan setiap muslim untuk senantiasa terikat dengan arah dan metode tersebut. Oleh karena itu setiap muslim dituntut untuk menyelesaikan permasalahan yang ada dengan mengembalikannya secara mutlak kepada Islam.
Dalam rangka memahami dan mengamalkan Islam seorang muslim harus memiliki pemahaman yang mendalam mengenai akidah dan syari'at Islam Allâh SWT berfirman
فَلَوْلاَ نَفَرَ مِنْ كُلِّ فِرْقَةٍ مِنْهُمْ طَائِفَةً لِيَتَفَقَّهُوْا فِى الدِّيْنِ وَلِيُنْذِرُوْا قَوْمَهُمْ إِذَا رَجَعُوْا اِلَيْهِمْ لَعَلَّهُمْ يَحْذَرُوْنَ
"Mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongan di antara mereka beberapa orang untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang agama dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali kepadanya dan supaya mereka itu dapat menjaga diri" (TQS. At-Taubah: 122)
Rasulullâh saw bersabda :
أيُهَا النَّاسُ تَعَلَمُو اِنَّمَا الْعِلْمُ بِالتَّعَلَّمِ وَالْفِقْهُ بِالْتَفَقُّهَ وَمَنْ يُرِدِ اللهُ بِهِ خَيْرًا يُفَقِّهُ فِى الدِّيْنِ
"Wahai sekalian manusia belajarlah kalian! Sesungguhnya ilmu itu bisa didapat dengan belajar. Dan paham itu bisa diperoleh dengan cara memahami. Barang siapa yang Allâh menghendaki pada dirinya kebaikan, maka Allâh akan pahamkan dia dalam masalah agama" (THR. Ibnu Abi Ashim dan Thabrani)
Kedua nash tersebut menerangkan kewajiban mempelajari pemahaman Islam berlaku bagi setiap muslim (fardu 'ain). Setiap muslim harus memahami akidah Islam yang akan dijadikan landasannya dalam berpikir dan Syariat Islam sebagai panduan dan tolak ukur amal perbuatan. Oleh karena itu setiap muslim wajib mengerahkan segenap kemampuannya untuk mendapatkan pemahaman tersebut termasuk memahami ilmu pendukung untuk menggali pemahaman Islam. Menurut sebuah kaidah syara' : mâlâ yatimmu al wajîbbu illâ bihî fahua wâjibun (segala sesuatu yang menjadikan sempurnanya suatu kewajiban menjadikan sesuatu itu menjadi wajib). Maka dari itu ilmu pendukung seperti Bahasa Arab, Ushul fiqih, Ulumul Hadits dan Ulumul Quran wajib dipelajari, karena tanpa ilmu-ilmu tersebut kita tidak dapat memahami Islam dengan sempurna.
Namun kewajiban itu belum sempurna sehingga umat Islam dapat memahami permasalahan yang dihadapi dengan serinci-rincinya. Karena untuk menentukan status hukum dari setiap benda maupun perbuatan harus diketahui terlebih dahulu realitanya untuk kemudian dikaitkan dengan nash syara'. Setelah itu barulah didapatkan kesimpulan hukum yang benar. maka merupakan kewajiban bagi setiap muslim untuk memahami semua realita yang berkaitan dengan aktivitas yang ia lakukan dalam bidang ekonomi, politik, budaya, biologi, kesehatan, dan lain sebagainya.
Dengan sekedar memahami ilmu-ilmu tersebut bukan berarti kewajiban menuntut ilmu telah selesai, karena Islam menuntut kita untuk menyempurnakan semua kewajiban yang sering kali terkait dengan ilmu dan sarana pendukung. Misalnya untuk kewajiban berperang fîsabîlillâh:
وَأَعِدُّوا لَهُمْ مَا اسْتَطَعْتُمْ مِنْ قُوَّةٍ وَمِنْ رِبَاطِ الْخَيْلِ تُرْهِبُونَ بِهِ عَدُوَّ اللَّهِ وَعَدُوَّكُمْ وَءَاخَرِينَ مِنْ دُونِهِمْ لاَ تَعْلَمُونَهُمُ اللَّهُ يَعْلَمُهُمْ وَمَا تُنْفِقُوا مِنْ شَيْءٍ فِي سَبِيلِ اللَّهِ يُوَفَّ إِلَيْكُمْ وَأَنْتُمْ لاَ تُظْلَمُونَ
“Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambatkan untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kamu menggentarkan musuh Allâh, musuhmu dan orang-orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya; sedang Allâh mengetahuinya. Apa saja yang kamu nafkahkan pada jalan Allâh niscaya akan dibalas dengan cukup kepadamu dan kamu tidak akan dianiaya (dirugikan)” (TQS. al-Anfaal : 60).
Berarti Allâh SWT memerintahkan kita untuk mempelajari teknologi dan strategi perang untuk menyempurnakan kewajiban ini. Begitu pula ilmu-ilmu lain yang dapat menyempurnakan kewajiban seperti matematika, biologi, kedokteran, kimia, perindustrian dan lain sebagainya harus dikuasai dan berstatus hukum fardu kifayah. Rasulullâh saw berkata: “Carilah ilmu meskipun ke negeri Cina” (THR. Ibnu Adi dan Baihaqi dari Anas ra). Hadits ini menunjukkan kewajiban untuk mempelajari segala jenis ilmu dalam cakupan ilmu yang sangat luas.
Imam al-Ghazali pernah berkata: "Apabila ilmu-ilmu dan karya-karya yang dimiliki non muslim lebih utama dari yang dimiliki kaum muslimin, maka kaum muslimin berdosa dan kelak akan dituntut atas kelalaian itu."
Apabila seluruh umat Islam istiqomah dalam memenuhi kewajiban mendalami tsaqafah Islam, memahami relita kehidupan dan berjuang keras mengembangkan ilmu pengetahuan guna menyempurnakan kewajiban Allâh SWT akan memuliakan mereka.
قُلْ هَلْ يَسْتَوِي الَّذِينَ يَعْلَمُونَ وَالَّذِينَ لاَ يَعْلَمُونَ
“Katakanlah (wahai Muhammad), apakah sama orang-orang yang berpengetahuan dengan orang-orang yang tidak berpengetahuan” (TQS. az-Zumar: 9).
مَنْ سَلَكَ طَرِيْقًا يَلْتَمِسُ فِيْهِ عِلْمًا سَهَلَ اللهُ لَهُ طَرِيْقًا اِلَى الْخَنَّةِ
“Barang siapa menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allâh akan memudahkan jalan baginya menuju syurga” (THR. Muslim dan Tirmizi dari Abu Hurairah ra).
يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ ءَامَنُوا مِنْكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ
“Allâh mengangkat (derajat) orang-orang yang beriman di antara kamu, dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat” (TQS. al-Mujadalah: 11).
Janji Allâh SWT tersebut telah terbukti. Ketika Islam diyakini dan diterapkan Umat Islam selalu paling depan dalam meraih kemajuan-kemajuan yang gemilang dalam ekonomi, militer, pendidikan dan bidang kehidupan lainnya. Umat Islam telah melahirkan banyak ulama andal yang menguasai berbagai cabang ilmu. Tidak sedikit di antara mereka yang berpredikat sebagai mujtahid sekaligus ahli sains, pemikir, atau sastrawan. Nama-nama mereka tertulis dalam lembaran sejarah karena banyak memberikan sumbangan yang sangat berarti bagi ilmu pengetahuan dan peradaban manusia pada umumnya.
Umat islam disegani oleh umat-umat lain. Pengaruh kaum Muslimin saat itu sangat kuat. Selama beberapa abad negeri-negeri Islam menjadi pusat peradaban dunia yang mempengaruhi corak peradaban dunia. Sejarah mencatat renaisance (kebangkitan eropa) amat dipengaruhi oleh peradaban Islam yandg diadopsi oleh barat.
Demikianlah bagiamana Islam mengangkat derajat kaum Muslimin selama mereka mengimani, memahami dan mengamalkan Islam dengan benar dan bersungguh-sungguh dalam menjaga kemurnian pemahamannya.
Namun sejak pertengahan abad XII Hijriyah (18 Masehi) kaum Muslimin mengalami kemunduran dengan sangat cepat. Kemunduran tersebut adalah akibat dari kelalaian umat dalam menjaga kemurnian pemahaman Islam dan pengamalannya. Akibatnya, semakin lama keimanan mereka semakin lemah dan semakin jauh dari syari’at.
Pada awal abad II Hijriyah banyak pemikiran asing yang bertentangan dengan Islam mulai menyelinap masuk ke dalam pemahaman kaum Muslimin. Filsafat-filsafat asing seperti filsafat Yunani, India, Persia, telah memengaruhi kaum Muslimin sehingga mereka terseret jauh dari pemahaman Islam yang sahih. Sebagian kaum Muslimin berupaya mengompromikan bahkan menginterpretasikan pemahaman Islam dengan pemahaman asing. Akibatnya pemahaman umat menjadi kacau dan jauh dari hakikat kebenaran.
Keadaan kaum Muslimin menjadi semakin parah tatkala orang-orang kafir mulai melancarkan serangannya dengan cara penjajahan fisik, perang pemikiran (Ghazwul Fikri) dan pergolakan budaya (Ghazwul tsaqafi). Kaum Muslimin terpukau oleh peradaban Barat sehingga mereka mencampakkan Islam. Pada akhirnya peradaban kaum Muslimin roboh diterjang pemikiran Barat. Dan buah dari semua itu kaum Muslimin harus menanggung kehinaan dan kenestapaan akibat penjajahan, fisik maupun pemikiran, yang dilakukan orang-orang kafir hingga saat ini.
Pengalaman adalah guru yang paling baik. Demikian petuah orangtua kita. Berkaca dari sejarah, kita dapat melihat betapa kelalaian dalam menjaga pemahaman Islam ini telah menjatuhkan kita pada titik terendah dari peradaban Islam. Suatu posisi yang tidak selayaknya ditempati oleh umat terbaik. Oleh karena itu kita harus melakukan upaya-upaya nyata untuk mengembalikan kejayaan kaum Muslimin. Hal paling mendesak untuk dilakukan adalah menarik kembali umat ke dalam pelukan Islam dengan cara menanamkan kembali pemahaman Islam ke dalam benak mereka seraya membersihkannya dari pemikiran-pemikiran kufur. []

2 Mar 2009

Fenomena Ponari di Kota Santri

Aneh tapi nyata. Jika kita melihat fenomena Ponari dan teman-temanya (konon mulai bermunculan banyak disekitarnya)


Masyarakat Indonesia dihebohkan dengan bocah cilik asal Jombang Jawa Timur, bernama Ponari yang tiba-tiba mendapat kemampuan untuk mengobati berbagai penyakit dengan sebuah batu yang dicelupkan ke dalam air minum. Akibat ekspos media massa yang luar biasa, dengan cepat puluhan ribu orang dari seluruh Indonesia memadati dusun tempat tinggal Ponari di Jombang. Sudah empat orang tewas terinjak-injak karena berdesak-desakan di gang sempit menuju rumah Ponari; kemarin , seorang bayi meninggal setelah meminum air sakti ponari.

Melihat sosok Ponari di layar tv ketika sedang mengobati sangatlah tidak sesuai dengan gambaran kesaktiannya. Cara mengobati Ponari hanyalah dengan cara digendong dengan tangan kanan memegang batu yang dicelupkan ke dalam air yang dibawa para pengantri. Lama celupan hanya dalam hitungan detik. Perhatian Ponari ketika menyembuhkan tidak seperti dokter yang serius memperhatikan pasien tetapi justru matanya asyik melihat layar HP yang dimainkannya dengan tangan kiri

Fenomena Ponari menimbulkan beberapa pertanyaan. Sudah sedemikian parahkah sakit yang diderita masyarakat di sekitar kita? Fenomena Ponari ini hanya gejala sakit masyarakat secara sosial. Sebuah akumulasi keputusasaan dari bertumpuknya beban hidup. Perwujudan dari masyarakat yang sakit itu adalah mulai berhalusinasi dengan percaya pada hal-hal yang diluar aturan agama, di luar akal sehat dan hanya ikut-ikutan.

Jumlah pasien Ponari yang sedemikian banyaknya, apakah belum tersentuh layanan kesehatan murah yang disediakan pemerintah yaitu Puskesmas atau layanan asuransi kesehatan untuk masyarakat miskin? Bila beralasan tidak mampu tentunya sangat tidak masuk akal karena mereka datang dari berbagai kota yang tentunya memerlukan ongkos transportasi yang lebih besar dari ongkos ke Puskesmas. Kemungkinan lain adalah mereka para pasien yang sudah akut yang mendekati putus asa ketika mendengar kesaktian batu Ponari seperti mendapatkan pengharapan demi kesembuhan.

Saya bertambah prihatin masyarakat sekitar kita yang sakit ini menandakan negeri ini terlalu lama ribut di tingkat elit sehingga masyarakat pun terabaikan. Pembangunan yang ada hanya berorientasi fisik dengan melupakan aspek spiritual atau rohani. Jiwa masyarakat terlalu kering dan mudah putus asa. Sudah saatnya pembangunan rohani tetap mendapatkan perhatian supaya pesatnya perkembangan jaman tidak membuat bangsa ini semakin putus asa. Jangan pisahkan kebutuhan spiritual dengan kebutuhan fisik karena manusia terdiri dari jiwa dan raga. Inilah buah sekulerisme yang selama ini diterapkan dinegeri kita. Ingat! Negeri ini adalah negeri muslim bukan negeri sekuler. Jadi aturlah dengan aturan islam.

Apa yang dilakukan oleh Ponari sebenarnya tidak beda dengan praktek pengobatan alternatif lain. Misalnya seperti yang dilakukan oleh Ustad Haryono di Bekasi melalui air minum dan minyak kelapa yang sudah diberi doa atau transfer penyakit ke tubuh hewan. Kunci penyembuhan dari pengobatan alternatif adalah karena faktor sugesti. Pasien percaya atau tidak dengan teknik penyembuhan seperti itu. Kalau yakin dan percaya, maka pada beberapa kasus penyakit memang berhasil disembuhkan, tapi kalau ragu-ragu atau kurang yakin biasanya memang sulit sembuh.

Beberapa kalangan menilai fenomena Ponari menunjukkan matinya logika. Masyarakat dinilai sudah tidak percaya kepada pengobatan modern yang lebih rasional. Bahkan, beberapa ulama dengan cepat menyatakan bahwa pengobatan ala Ponari itu tergolong perbuatan syirik, sebab orang lebih percaya kepada batu, bukan kepada Allah.

Menurut Prof Haryadiو fenomena pengobatan yang dilakukan Ponari tidak bisa hanya dianalisis dari sisi ilmiah. Semua orang seharusnya lebih bijaksana menghadapi fenomena Ponari ini, termasuk di dalamnya kemungkinan adanya kekuatan gaib pada diri Ponari yang tidak bisa dijelaskan dengan akal.

“Ini bukan sekadar ilmu logika. Harus diakui bahwa masyarakat yang berduyun-duyun ke praktik Ponari melihat hal ini dari sisi kegunaan, dari sisi aksiologinya saja. Mereka tak butuh penjelasan ilmiah, mereka hanya ingin sembuh,”

Menurut saya, kita memang harus hati-hati memberikan penilaian (syirik atau bukan) dan tidak cepat berburuk sangka. Ada dua kemungkinan skenario Tuhan tentang ini.

Skenario pertama, mungkin saja Ponari diberi anugerah kekuatan penyembuhan penyakit oleh Allah SWT. Hal seperti ini sudah sering kita dengar dibeberapa tempat bahwa ada orang yang tiba-tiba mendapat kekuatan atau ‘ilmu’ dari Tuhan sehingga dapat menyembuhkan berbagai penyakit. Bagi Allah SWT, apapun yang tidak mungkin dalam pandangan manusia, bagi Dia mudah saja. Kun faya kun, jadilah maka terjadilah ia.

Skenario kedua, melalui Ponari dan batunya itu, Allah SWT ingin menguji iman ummat-Nya, sejauh mana akidah manusia berubah melalui pengobatan Ponari itu. Apakah manusia lebih percaya bahwa batu itu yang menyembuhkan penyakit atau tetap percaya bahwa Allah yang menyembuhkan sedangkan Ponari hanyalah perantara kesembuhan belaka. Jika meyakini batu atau Ponari itu yang menyembuhkan, jatuhlah ia keperbuatan syirik yaitu sikap mempersekutukan Tuhan, yang mana dosanya tidak bisa diampuni.

Saya lebih setuju Allah sedang menjalankan skenario kedua. Kita, manusia, sedang diuji keimanannya melalui fenomena Ponari dan batu ajaibnya.


* * *
[Ibnu Khaldun. Feb 09]
Mengapa Ada yang Golput ?


Bolehkah golput? kalo ternyata yang dipilih nggak yang layak-oke-bagus...


Saat ini ‘euforia’ pemilu 2009 sudah semakin terasa. Banyak partai bermunculan ditelevisi dan di jalan-jalan untuk memamerkan rayuannya dan dagangannya, termasuk partai yang berasaskan islam.

Di sisi lain, dalam beberapa diskusi yang diadakan di televisi dan survey yang dipublikasikan media massa serta publikasi hasil pilkada didapatkan fakta : rakyat semakin ‘enggan’ menyalurkan suara politiknya lewat partai-partai yang ada.

Berangkat dari realitas itu pula beberapa hari kebelakang MUI mengeluarkan fatwa tentang haramnya ‘golput’ dengan harapan tingkat partisipasi masyarakat di pemilu nanti akan ada peningkatan. Namun,

Pertanyaannya : Mengapa rakyat (sebagian) cenderung golput?

Pertanyaan ini penting dijawab. Sebab, sejatinya alternatif pilihan masyarakat saat ini adalah partai-partai Islam tetapi ternyata tidak.
Menurut Rahmat Kurnia (2008) Siapapun yang mengikuti dinamika masyarakat kekinian akan menemukan setidaknya ada empat (4) faktor penyebabnya yaitu :

1. Kegagalan partai dalam berfihak kepada masyarakat. Keinginan masyarakat pada partai yang benar-benar memperjuangkan aspirasi Islam sangat ditunggu-tunggu. Survey PPIM tahun 2001 menunjukkan prefernsi (pilihan) masyarakat terhadap syariah 61 %, tahun 2002 meningkat menjadi 71%, tahun 2003 meningkat menjadi 74%. Ternyata 5 tahun berikutnya, berdasarkan survey SEM Institute pada awal tahun 2008 meningkat secara tajam mencapai 83 %.

Namun, mengapa keinginan kuat terhadap syariah tidak berbanding lurus dengan dukungan masyarakat terhadap partai politik islam? Ternyata, penelitian Indo Barometer (2008) menunjukkan persepsi masyarakat bahwa tidak ada bedanya partai Islam dengan partai lain (43,3%), dan perilaku elite/pengurus dari partai islam sama dengan partai lain yang bukan dari partai islam (34,8%).

Wakil-wakil rakyat di DPR pada periode ini menunjukkan perilaku yang mirip dengan wakil rakyat dari partai sekuler. Pembelaan wakil rakyat terhadap kepentingan umat Islam tidak tampak. Justru sebaliknya, terbaca oleh masyarakat, partai-partai yang ada tak terkecuali partai Islam, hanya menjadikan parlemen sebagai ajang untuk mencari penghidupan dan berebut kue kekuasaan. Kalangan DPR, termasuk partai islam justru setuju dengan kenaikan harga BBM. Ketika rakyat teriak-teriak antri minyak tanah dan harga sembilan bahan pokok melambung, kebanyakan para wakil rakyat hanya diam.

2. Kegagalan pendidikan politik idiologis.
Hal ini adalah akibat politik pragmatisme yang menguasai kancah perpolitikan saat ini. Sikap ini merugikan umat islam dan partai islam. Pragmatisme akan mendegradasi tujuan dan cita-cita perjuangan islam. Siapapun tak dapat menyangkal, pragmatisme berarti harus merelakan diri menyesuaikan diri dengan keadaan/fakta; artinya melepaskan nilai-nilai dasar perjuangan dan idiologi partai yang telah digariskan. Karakter partai Islam akan luntur. Memang bisa berdalih, ini semeua masih dalam koridor Islam. Namun, dalih ini sebenarnya hanya pemanis mulut, bukan arus utama.

Proses pendidikan politik masyarakat mandeg. Apa yang dilihat oleh masyarakat hanyalah dagelan elit politik. Partai-partai hanya menyapa rakyat ketika akan Pemilu atau Pilkada. Kaderisasi, penanaman Islam sebagai way of life, dan pemikiran politik tidak tergarap. Sumberdaya hanya dikerahkan demi suara. Wajar belaka jika kesadaran politik rakyat tidak meningkat.

3. Pembusukan citra partai islam.
Tidak dipungkiri ada upaya untuk mencitraburukkan partai islam. Hal sederhana, masalah poligami dipolitisasi sedemikian rupa sehingga seakan akan pelakunya berbuat criminal. Belum lagi isu kekerasan terus dilekatkan pada gerakan/lembaga dan partai Islam. Untuk menghindari hal tersebut, bergeraklah partai islam untuk meninggalkan idiologi islam, citra islam, bahkan symbol-simbol islam. Alih-alih bersifat ofensif menawarkan islam sebagai solusi, justru sibuk cuci tangan terhadap pelekatan Islam pada dirinya. Sudah dapat ditebak, partai Islam pun tinggal sekedar nama.

4. Skandal politisi.
Sebagian anggota DPR dilanda skandal seks. Kasus suap dan gratifikasi yang begitu telanjang dilakukan anggota DPR. Tingkat kesadaran anggota DPR melaporkan gratifikasi hanya 1,9%. Main mata dalam setiap pembuatan undang-undang bukan rahasia lagi. Semua itu tidak hanya melibatkan partai sekuler. Partai yang menamakan dirinya Islam sekalipun ada yang terlibat di dalamnya. LSI menyebutkan di tahun 2008, kepuasan public terhadap pemerintah dalam 3 tahun terakhir turun, dan kepercayaan masyarakat terhadap DPR pun dibawah 50 %.

Last but not least, penyebab utamanya adalah system demokrasi itu sendiri. Dalam system demokrasi opini menjadi sangat penting. Orang harus terkenal untuk bisa memenangkan Pemilu. Uang pun digelontorkan untuk beriklan dimedia massa. Kampanyepun membutuhkan dana yang tidak sedikit. Darimana uangnya? Dari para anggota partai yang jadi pejabat, para pengusaha atau asing. Tidaklah mengherankan, anggota DPR makan suap, karena sebagian uangnya masuk kedalam kocek partai.

Begitu juga logis sekali main-mata dengan pengusaha dan asing hingga pembuatan UU selalu berfihak kepada mereka karena mereka dibiayai oleh para penguasa dan asing itu. Negara pun berubah dari nation state (Negara-bangsa) menjadi corporate state(Negara-perusahaan). Negara laksana sebuah perusahaan besar: para konglomerat sebagai pemilik modal: para pejabat menjadi pengelolanya; dan rakyat sebagai pihak pembeli yang diekspoitasi. Pilkada dan Pemilu pun tidak lebih dari suatu industri politik. Karenanya, mempertahankan sistem demokrasi sama dengan memelihara penyakit.

Melepaskan Pragmatisme

Kondisi sekarang semakin parah dengan adanya idiologi pragmatisme yang dipegang oleh partai-partai teramsuk partai Islam. Dalam situasi politik yang didominasi kepentingan sesaat seperti sekarang, bukan persoalan mudah untuk tidak tergiring dalam arus pragmatisme. Apalagi jika orang-orang yang menjadi anggota partai politik Islam tidak memiliki tameng diri yang kuat.

Namun, bukan berarti itu tidak bisa dihindari oleh partai-partai Islam. Caranya, partai-partai harus kembali mamahami asas perjuangannya yakni islam dan cita-cita islam itu sendiri bagaimana harus diterapkan. Partai islam harus lantang menolak UU yang lahir dari sekulerisme dan bertentangan dengan islam. Partai islam harus terus melakukan koreksi terhadap kebijakan keliru penguasa (Muhasabah hukkam). Para anggota partai Islam harus ingat betul mereka berjuang untuk islam sehingga mereka bergabung dengan partai Islam. Jangan sampai terbalik, dengan dalih Islam, mereka berebut mencari penghidupan dengan duduk menjadi wakil rakyat, setelah itu lupa tujuan pembentukan partai islam itu sendiri.

Karenanya, jika partai-partai islam ingin meraih dukungan yang signifikan, tidak ada jalan lain, mereka harus mendefinisikan dirinya kembali sebagai partai Islam sesungguhnya bukan sekedar nama belaka. Posisi abu-abu yang selama ini mendominasi harus segera disingkirkan. Jatidiri sebagai partai islam sejati harus ditunjukkan. Tegas menyatakan yang benar sebagai benar dan salah sebagai salah. Jadikan parlemen sebagai mimbar dakwah. Konsekuensinya berbagai hal yang bertentangan dengan syariah Islam akan ditentangnya.

Kini saatnya partai-partai islam meniti jalan Islam yang sesungguhnya, sesuai khittahnya sebagai partai pembawa suara islam (Shaut al- Islam), bukan sekedar basa-basi.

* * *

[Ibnu Khaldun Aljabari, 3/2/2009]